"Kali ini hampir habis dayaku Membuktikan padamu ada cinta yang nyata Setia hadir setiap hari Tak tega biarkan kau sendiri Meski seringkali kau malah asyik sendiri
Karena kau tak lihat terkadang malaikat Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan Namun kasih ini silakan kau adu Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya"
Lirik lagu ini sangat mencerminkan hati dari dewi lestari deh kayanya.
"pasti malaikat juga pasti tahu, siapa yang bisa memiliki hatinya.. dia atau kamu... " Pasti begitu deh kata dewi lestari.. hahahahha...
Bahan: 250 g daging sandung lamur sapi 250 g hati sapi 250 g limpa sapi 2 sdm minyak sayur 2 lembar daun salam 1 batang serai, memarkan 1 liter santan encer dari 1 butir kelapa parut 250 ml santan kental dari ½ butir kelapa parut
Bumbu, haluskan: 8 butir bawang merah 4 siung bawang putih 4 butir kemiri 3 cm kunyit ½ sdt merica butiran 2 sdt garam Taburan: 3 sdm bawang merah goreng 2 sdm daun bawang iris halus
Cara membuat: Rebus daging sapi dan jeroan secara terpisah dalam air secukupnya hingga empuk. Angkat daging dan jeroan, potong-potong. Sisihkan kaldu daging sebanyak 500 ml. Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum. Tambahkan salam dan serai, aduk hingga layu. Masukkan potongan daging dan jeroan, aduk rata. Angkat. Taruh dalam panci, tuangi kaldu dan santan encer. Masak hingga mendidih dan bumbu meresap. Tuangi santan kental. Masak dengan api kecil hingga kuah kental dan berminyak. Angkat. Taburi bahan Taburan. Sajikan panas. Untuk 6 orang
Empal Gentong merupakan makanan khas Jawa Barat yaitu tepatnya adalah daerah Cirebon. mungkin bagi orang-orang dari daerah lain, mungkin makanan berjenis empal gentong juga ada di daerahnya. jika dilihat sepintas, empal gentong mirip dengan gule sapi (memang gule sapi keliatannya kalau di semarang). bagi yang berdomisili di daerah semarng, GULE SAPI Pak Subur, mungkin rata-rata mengetahuinya. apalagi yang kuliah di Unika Soegijapranata.. pasti tiap Sabtu kerjaannya makan disana tuw.. hahahha..
Empal Gentong merupakan makanan dengan aroma renpah dan santan yang cukup kental. ditambah dengan irisan daging sapi yang pastinya menyumbang kelezatan dan aroma tersendiri. selain itu ada juga yang menambahkan jerohan (hati dan limpa) ke dalamnya.. tertarik ingin mencobanya? Empal gentong cukup murah dan harganya pun bervariasi. harganya berkisar antara Rp.4.000,00 hingga Rp. 22.000, 00dewasa ini persebaran empal gentong cukup luas. Anda dapat menemukannya di daerah jawa barat maupun daerah anda yang tentunya meyajikan makanan khas jawa barat ^^. ni gambar bagi kamu yang penasaran pengen liat.. sebenernya seperti apa siy empal gentong itu.. gambarnya nihhhh....
keanehan terjadi ketika bush berkunjung ke iraq.. dia dilempar sepatu.. untung bukan bom yang dilempar.. kalo bom, bisa lebih gempar lagi nih dunia.. padahal lagi global crisis gini.. hehehe.. ini videonya..
gini ni ceritanya.. President George W. Bush ducked two shoes thrown at him by an unidentified man during a press conference in the Iraqi prime minister’s office. Bush wasn’t hit by the shoes, one of which sailed over his head. The president shrugged and said “I’m OK” after the incident in Baghdad today. “All I can report is it is a size 10,” Bush said. In Arab culture, throwing shoes is a grave show of disrespect. The man shouted an Arabic phrase, which an Iraqi present said translated as “this is a farewell kiss, dog.” After U.S. troops pulled down a statue of former dictator Saddam Hussein in 2003, Iraqi bystanders tossed shoes at it, according to news reports at the time. The man threw the shoes from about 25 feet away as Bush, with Prime Minister Nuri al-Maliki, made formal remarks before the signing of an Iraqi-U.S. security agreement. Bush arrived today in Baghdad on a surprise visit. The shoe-thrower, who was in a group of journalists, was wrestled to the ground and taken away. “It doesn’t bother me,” Bush told reporters. “So what if he threw a shoe at me.” The president said it showed free speech in a democracy. Ah, yes, free speech. Bush conveniently chose to ignore what happened right after the man threw the farewell-kiss shoes: he was “heard screaming in the hallway.” Of course, Bush conveniently choosing to ignore facts is pretty much what has defined his presidency. In ABC News‘ version of events makes Bush’s free speech comment look even more foolish and dishonest: The man was grabbed and dragged out screaming. after order had been restored to the room, the man could still be heard screaming from another room. ABC News also reports: As security grabbed the man, White House press secretary Dana Perino got knocked beneath her eye by a microphone. Bush, as we all know, is on the frontlines of the war in Iraq every day. Sooner or later, someone in his entourage was bound to get injured in the line of duty.
memasuki masa advent.. tinggal seminggu lagi akan tiba saatnya hari kelahiran Yesus.. dalam misa kali ini kembali diingatkan bahwa natal bukanlah saatnya bersenang-senang. pada hakekatnya natal adalah waktu untuk berbagi, mengasihi, dan mencintai sesama manusia. hendaknya kita tidak merayakan terlalu berlebihan... begitu kata Romo yang berpesan sewaktu homili...
yah.. anyway, kalo merayakan berlebihan ujung-ujungnya malah parno, dan akhirnya melakukan kegiatan-kegiatan yang ngga jelas.. hahahaha... GOD Bless Us... GOD Bless Indonesia...
jika dipikir, hidup itu seperti cairan.. kemana arus membawa ia akan pergi. Namun terkadang juga dapat sebaliknya... melawan arus, walau berat adanya. salah satu perhatian yang menarik adalah mencermati kejadian-kejadian yang terjadi di sekitar kita. Belum lama ini saya diajak oleh seorang teman mengunjungi suatu tempat di daerah Bogor. Kami ber-5 mendapat tugas mengaudit salah satu supplier hasil pertanian terkait dengan penggunaan pestisida, sebab hal ini merupakan salah satu parameter yang berbahaya bagi pangan.
Tempat yang kami kunjungi berada di daerah Cianjur.. suasana sejuk dan dingin khas daerah puncak menyapa kami begitu kami tiba disana. serba hijau ! itu yang dapat dilihat oleh mata kita, melupakan sejenak hiruk-pikuk kota dan penatnya pikiran karena pekerjaan yang tak kunjung selesai ^^
Melakukan audit terhadap petani sebenarnya tidak begitu sulit, kepolosan dan kejujuran mereka membuat kita mudah mendapatkan informasi. Namun terkadang hal itu juga membuat kita kesulitan. sebab karena ketidaktahuan dan ketidakpedulian mereka tentang pentingnya kebersihan malah membuat usaha mereka menjadi kacau bagai pengusaha pangan. Dalam hal ini kebersihan merupakan faktor yang sangat kritis karen amenyangkut kontaminasi silang terhadap produk mereka. Alangkah baiknya jiak penyuluh pertanian juga memberitahu tentang pentingnya kebersihan bagi produk mereka. istilah kerennya sih.. "from FARM to TABLE"
singkat cerita, petani tersebut mendapatkan warning sign berupa "sanitation problem"....