Showing posts with label holy. Show all posts
Showing posts with label holy. Show all posts

Tuesday, May 17

The Altar

read more...

Up above klenteng hall

read more...

GPIB Immanuel Semarang

read more...

Monday, May 16

Klenteng Gang lombok Roof

read more...

Greja Blenduk

read more...

Thursday, September 23

Bromo Temple

Bromo Temple

menyikapi pagi dingin tak berasa
nikmati nafas beri arti tiap helaannya
ku sadar bahwa hidup berjalan
tiap detik terlewati dengan lambatnya
seakan memberi garis pada kanvas kosong

kucoba cari arti tiap perjalanan
seperti pasir yang tertiup angin
rasa itu hilang tak berbekas
adakah arti hidup ini

coba meraba dalam tiap memory
hadirkan kehangatan pasti
rindu akan tawa dan canda darinya

Foto ini diambil di bromo, tepatnya di jalan penanjakan menuju bromo.. Di depannya terdapat kuil Hidhu yang biasa di gunakan oleh penduduk setempat untuk upacara kasodohan. 
read more...

Wednesday, September 15

Takbiran (ramadhan day celebration)

Takbiran night (Ramadhan day celebration)

malam takbiran, dimana semua orang (muslim) beriring-iringan memutar kota sambil membawa obor dan meneriakkan nama Allah...
Begitukan dengan negara lainnya.. ataukah ini hanya di indonesia saja..
read more...

Saturday, August 28

Ranupane Temple

Ranupane Temple

    Danau Ranupane merupakan danau yang berada di kaki gunung semeru, jawa timur indonesia. Masyarakat di sekitar danau ini hidup sangat harmonis dan berdampingan. Terdapat 3 agama di daerah ini, yaitu islam, hindhu, dan kristen. Tempat ibadah mereka berdampingan antara satu denan yang lain di sekeliling danau. Foto ini adalah foto pura orang2 hindhu bersembahyan. 
read more...

Saturday, August 21

When the sun shine upon the land

read more...

Sunday, August 15

Malang Cathedral Church

read more...

Friday, August 13

Bromo Enterance

read more...

Monday, May 31

Sedikit Mengenai Ratu Boko

Situs Ratu Baka (Bahasa Jawa: Ratu Boko) adalah situs purbakala yang merupakan kompleks sejumlah sisa bangunan yang berada kira-kira 3 km di sebelah selatan dari komplek Candi Prambanan, 18 km sebelah timur Kota Yogyakarta atau 50 km barat daya Kota Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia. Luas keseluruhan komplek adalah sekitar 25 ha.

Situs ini menampilkan atribut sebagai tempat berkegiatan atau situs pemukiman, namun fungsi tepatnya belum diketahui dengan jelas.Ratu Boko diperkirakan sudah dipergunakan orang pada abad ke-8 pada masa Wangsa Sailendra (Rakai Panangkaran) dari Kerajaan Medang (Mataram Hindu). Dilihat dari pola peletakan sisa-sisa bangunan, diduga kuat situs ini merupakan bekas keraton (istana raja). Pendapat ini berdasarkan pada kenyataan bahwa kompleks ini bukan candi atau bangunan dengan sifat religius, melainkan sebuah istana berbenteng dengan bukti adanya sisa dinding benteng dan parit kering sebagai struktur pertahanan.Sisa-sisa permukiman penduduk juga ditemukan di sekitar lokasi situs ini.

Nama "Ratu Boko" berasal dari legenda masyarakat setempat. Ratu Boko (Bahasa Jawa, arti harafiah: "raja bangau") adalah ayah dari Loro Jonggrang, yang juga menjadi menjadi nama candi utama pada komplek Candi Prambanan.

Secara administratif, situs ini berada di wilayah Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta dan terletak pada ketinggian hampir 200 m di atas permukaan laut.

Situs Ratu Boko pertama kali dilaporkan oleh Van Boeckholzt pada tahun 1790, yang menyatakan terdapat reruntuhan kepurbakalaan di atas bukit Ratu Boko. Bukit ini sendiri merupakan cabang dari sistem Pegunungan Sewu, yang membentang dari selatan Yogyakarta hingga daerah Tulungagung. Seratus tahun kemudian baru dilakukan penelitian yang dipimpin oleh FDK Bosch, yang dilaporkan dalam Keraton van Ratoe Boko. Dari sinilah disimpulkan bahwa reruntuhan itu merupakan sisa-sisa keraton.

Prasasti yang dikeluarkan oleh Rakai Panangkaran (746-784M) menyebut suatu kawasan wihara di atas bukit yang dinamakan Abhyagiri Wihara ("wihara di bukit yang damai"). Tampaknya, komplek itu kemudian diubah menjadi keraton bagi raja bawahan (vazal) yang bernama Rakai Walaing Pu Kumbayoni.

Di dalam kompleks ini terdapat bekas gapura, ruang Paseban, kolam, Pendopo, Pringgitan, keputren, dan dua ceruk gua untuk bermeditasi.
read more...

Different side of Prambanan Temple

read more...

Stone in Ratu Boko

read more...

The Ratu Boko

read more...

Thursday, May 20

can't wait to see fishes fill my net

can't wait to see fishes fill my net

Sore ini ku bergantung pada kebaikan Tuhan atas alam yang DiberikanNya
Atas anugrahnya memberi kelimpahan ikan disungai indah ini
Bertaburkan hangatnya sinar matahari beriku semangat baru
Tentang harapan akan suksesnya anakku nanti
Diatas pelampung roda ini ku bertahan berjuang dengan hijaunya kumut hiasi sungai
Semoga kelimpahanMu ya Tuhan..
Berikan hidup baru bagi kami tuk senantiasa memujaMu
read more...

Wednesday, May 19

Lightning in Ujung Genteng

Lightning in Ujung Genteng


foto ini diambil saat malam hari melihat penyu bertelur di ujung genteng.
karena kasian liat penyunya yang habis bertelor di fotoin orang banyak jadi keliatan strees,
saya jadi gak napsu untuk memfoto penyu itu..
akhirnya buat tulisan UG yang merupakan singkatan Ujung Genteng dengan hp sebagai sumber cahayanya
eh.. untungnya pas itu ada petir juga.. jadinya kena deh cahaya petir menambah dekorasi cahayanya ..
read more...

Tuesday, May 18

staring at the sea

staring at the sea


So pure the sky, so quite was the air !
So like, so very like, was day to day!
Whene'er I look'd, thy images still was there
It trembled but it never pass'd away.

How perfect was the calm ! it seem'd no sleep
No mood which season take away, or brings
I could have fancied that mighty Deep
Was even the gentlest of all genlty things.

Ah ! if mine had been the Painter's hand
To express what then i saw, and add the gleam
The light that was never on the sea or the land
The consecraction, the poet dream
read more...

Thursday, May 6

Alibi

Bukan hanya rasa yang tak kunjung padam
BUkan juga hati yang tak menghirau
Hilang bukan berarti pergi
Tak terlihat bukan berarti tak tampak

- Alibi -

Hanya sesaat menyala namun kekal
Tak hilang walau badai mendera
Masih panas membara di jiwa yang ingin reda
Tak lelah menanti walau ingin berhenti

Alibi, argumentasi trus bekecamuk
terkoyak namum masih dapat berdiri

Sampai kapan kau mau berhenti
mengisi setiap lorong
menembus masuk alveola
Sudah lelah ku menyimpamu

Alibi, argumentasi trus bekecamuk
terkoyak namum masih dapat berdiri

Hilanglah dan ku rela
Enyahlah dan ku lega
Pergilah dan damai datang

Alibi, argumentasi terpendam
terkubur bersama riuhnya bumi

- i fell apart but got back up and then again -

read more...

Wednesday, April 28

Elves War

read more...