Showing posts with label video. Show all posts
Showing posts with label video. Show all posts

Tuesday, February 23

- Lake -



The lake..

kosong dan terisi begitu indahnya
keharmonisan alam dan contrasnya warna
membelenggu keserasian antara cerahnya awan dan birunya air
disini terbersit sekelumit cerita tentang dirimu
yang telah pergi.. berlalu seiring dengan hilangnya kelabu
read more...

Sunday, February 7

pilgrimage to the west (Tây Du Ký)

Pilgrimage to the west - Tây Du Ký, merupakan film yang bertemakan perjalanan mengambil kitab suci ke barat. Di Indonesia sendiri versi lama film ini sudah pernah di putar di Indosiar. Beda antara versi lama dan baru yang pasti terletak pada visual efeknya, lebih canggih dan terlihat lebih nyata. Sedangkan dari sisi detail cerita masih kalah dibanding versi lamanya. 


Tokoh utama dalam cerita ini adalah Sun Go Kong (Sun Wu Kong), Biksu Tong Sam Cong, Ciu Pat Kai (siluma babi), dan Sa Cang (siluma sungai). Ke empat rekanan ini berjuang melawan percobaannya dalam mengambil kitab suci di barat (Tibet) yang merupakan pusat ajaran agama Budha saat itu. 


Banyak pelajaran berarti dalam film ini. Sebenarnya yang ditonjolkan adalah sikap setia kawan, kasih, dan kebaikan terhadap semua makhluk hidup (Sesuai dengan jaran agama Budah untuk mengasihi dan menghormati semua makhluk hidup). Saya yakin jika kita melihat film ini pasti memperoleh hal yang baik dan mendapat inspirasi untuk perubahan dalam diri kita.. ^^
read more...

Sunday, November 1

Julia Roberts in Bali

Bali - 'Eat, Pray, Love', film yang dibintangi aktor papan atas Hollywood Julia Roberts menjadikan Bali sebagai salah satu settingnya. Julia pun siap melakoni syuting di sana pada Oktober mendatang.

'Eat, Pray, Love' merupakan film yang diadaptasi dari novel laris karya Elizabeth Gilbert. Di memoarnya itu, Elizabeth menuangkan semua yang dialaminya selama keliling dunia.

Ceritanya, Elizabeth adalah seorang penulis yang depresi akibat pernikahannya. Setelah cerai dengan sang suami, Elizabeth pun berhubungan dengan pria lain. Sayangnya, hubungan itu tidak berhasil juga.

Hingga akhirnya, ia pun memutuskan untuk keliling dunia. Ketika berada di Itali, Gilbert menyantap makanan-makanan lezat dan menikmati hidupnya. Kemudian, ia pergi ke India untuk menemukan spritualnya. Ia mengakhiri perjalanannya di Bali, untuk mencari keseimbangan makan, doa dan cinta.

'Eat, Pray, Love' digarap dan ditulis naskahnya oleh Ryan Murphy. Untuk mencapai hasil maksimal, Ryan melakukan proses syuting di tempat-tempat yang ditampilkan oleh buku itu, termasuk Bali. So bisa dipastikan, Julia akan terbang ke Bali.

Bahkan hal itu diperkuat oleh pengakuan Kepala Seksi Perizinan dan Perfilman Dinas Kebudayaan kabupaten Gianyar, Ida Bagus Puruvita. Ia mengungkapkan pihak produksi film tersebut sudah mengajukan ijin untuk melakukan syuting di kecamatan Ubud dan Tegalalang.

Selain minta izin resmi dari pemerintah setempat, pihak produksi film itu sudah bersosialisasi dengan penduduk di kedua kecamatan itu. Bahkan kepala desa adat Ubud pun sudah memberikan izin.

Ida Bagus Puruvita mengatakan izin penggarapan 'Eat, Pray, Love' masih dalam proses. "Kemungkinan besar izinnya akan diberikan," tambahnya.

Selain memberikan izin, pemerintah setempat akan memberikan batasan-batasan obyek mana yang boleh digunakan dan tidak. Pemerintah akan mendampingi proses syuting.

Kabarnya saat ini, Julia dan lawan mainnya James Franco tengah menjalani syuting di Roma, Italia. Jika semuanya berjalan lancar, pada 2011 kita akan menyaksikan film yang meramu keindahan pulau Dewata dan kecantikan Julia Roberts.
read more...

Saturday, March 7

The Pursuit of Happyness

Apakah kebahagiaan itu? terinspirasi dari kisah yang diperankan oleh Will Smith dalam filmnya yang berjudul The Pursuit of Happyness, mendorong saya untuk lebih menghargai apa yang kita miliki. terkadang kita terlalu terobsesi pada ambisi dan ego kita hingga menggunakan segala cara untuk mendapatkan yang diingininya. Berbeda dengan hal itu, The Pursuit of Happyness menceritakan pengorbanan diri demi membahagiakan anak tercintanya. walaupun ada beberapa sisi yang kadang memperlihatkan keegoisan.

Christopher Gardner, seorang tuna wisma dan single parent. Ia berjuang bersama anaknya hingga berhasil menjadi jutawan dan CEO sebuah perusahaan stockbroker ternama di Amerika yaitu Christopher Gardner International Holdings. Cabang perusahaannya kini tersebar di New York, Chicago dan San Francisco.

Chris Gardner adalah seorang ayah yang rajin, pintar, memiliki semangat kerja tinggi dan punya impian yang besar untuk keluarga. Dengan latar belakang seorang sales, iia memberanikan diri - mengambil sebuah tawaran menjadi distributor sebuah alat kedokteran yang baru dan canggih. Seperti kebanyakan orang yang mempunyai impian yang besar, Chris berani mengambil resiko dan menggunakan hampir seluruh tabungannya. Namun ternyata produk tersebut gagal di pasaran.Kehadiran seorang anak dan biaya hidup yang terus berjalan membuat si Chris mulai kesulitan dalam keuangan. Istrinya harus bekerja 14 jam sehari di tempat laundry demi membantu membiayai biaya hidup keluarga. Biaya sewa rumah yang tidak terbayar dan beban hidup yang dirasa semakin berat membuat istri Chris tidak tahan dengan kondisi tersebut dan memutuskan untuk pindah ke saudaranya di New York.

Kondisi keuangan Chris menjadi semakin parah dan pada akhirnya diusir dari pemilik rumah kontrakan karena sudah tidak membayar biaya sewa berbulan-bulan. Ia dan anaknya sampai harus tinggal di toilet stasiun Kereta Api hanya supaya bisa tidur, sebelum akhirnya mereka menemukan tempat penampungan tuna wisma. Suatu saat Chris bertemu dengan seseorang yang memarkirkan Ferrari merahnya dan tampak sangat sukses. Keinginannya untuk sukses membuat dia memberanikan diri untuk bertanya “Apa pekerjaan Anda sehingga bisa memiliki mobil Ferrari yang cantik ini ?” Orang tersebut menjawab “Saya seorang Pialang Saham”. Dari sana timbul impiannya lagi dan dia mencoba melamar di sebuah perusahaan sekuritas untuk menjadi seorang pialang saham.Perusahaan tersebut menawarkan pendidikan selama 6 bulan untuk bisa menjadi calon Pialang Saham, namun selama 6 bulan tersebut Chris harus bekerja tanpa menerima gaji.Chris pun rela melewati proses pendidikan dan seleksi yang berat tersebut. Ia harus mengatur dan menghadapi banyak kesulitan antara belajar menjadi pialang saham, mengantar dan menjemput anaknya di tempat penitipan anak, antri di sore hari di tempat penampungan tuna wisma, hingga sering tidak makan, agar menghemat uang yang tinggal sedikit dan masih harus mencari calon pelanggan untuk perusahaan pialang saham.

Setelah melalui 6 bulan perjuangan dan semua kesulitan yang harus dihadapi, Chris akhir terpilih untuk menjadi pialang saham dan memulai karirnya di industri itu. Chris Gardner akhirnya menjadi seorang pialang saham yang sukses, yang kemudian mendirikan perusahaan pialang sendiri dan menjadi Multi Milyarder yang dermawan dalam membantu menyediakan tempat penampungan bagi para tuna wisma, mengingat dia juga pernah mengalami hal tersebut.

Keep your dream and struggle for your life
read more...

Saturday, February 14

aLvin and The ChipmunkS

Semua pasti tahu nih film, Alvin and The Chipmunks.. cerita tentang tiga ekor tupai yang bisa berbicara dan bernyanyi.. suara mereka menjadi populer karena sangat imuuuttt.. hehehe..
Diangkat dari serial kartun tahun 1980an tentang kelompok musik binatang tupai dibawah pimpinan Alvin yang nakal; Simon yang tinggi dan pendiam;Theodore yang gemuk dan plin plan.


dalam cerita ini, seorang penulis lagu Dave Seville (Jason Lee) mengubah bentuk musik Alvin, Simon dan Theodore menjadi penyanyi pop yang sensasional – disaat trio tersebut menghancurkan rumah dan karir Dave, dan membuat hidup Dave kacau balau. Jalinana emosi terjadi danta tupai tersebut dan dave. kondisi mereka yang yaitim piatu membuat kedatangan dave seperti seorang ayah bagi mereka.
ini gambar mereka..
Dari kiri ke kanan (simon, alvin, theodore)

read more...

Friday, February 13

Dancing Water

Lihat cara mereka berjalan..
sungguh indah
lihat cara mereka menari sungguh menakjubkan..


read more...

Sunday, January 18

Whatever it takes

keterpurukan akan ketiadaan dan keadaan, membuat orang berpikir untuk berserah..
apapun itu yang terjadi ia akan menerima hasilnya..
mungkin ini yang menjadi ilham bagi seorang Gleen Fredly dalam menulis lagu yang terbarunya..
Terserah - Gleen Fredly
lagu ini bercerita tentang keadaan yang mendesaknya sehingga ia berpikir untuk menerima apa yang akan terjadi.. whatever it takes.. seperti judul film saja ya ^^
mungkin jika kehidupan Gleen dibuat film akan menjadi suatu drama kehidupan dan cinta yang bombastissss....
sepertiii...........
anda punya jawabannya?
put it on coment and we will post it to Gleen as a fans mail..
videonya nih...
read more...

Friday, December 19

Angel Knows Why

"Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan padamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri
Meski seringkali kau malah asyik sendiri

Karena kau tak lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya"

Lirik lagu ini sangat mencerminkan hati dari dewi lestari deh kayanya.

"pasti malaikat juga pasti tahu, siapa yang bisa memiliki hatinya.. dia atau kamu... " Pasti begitu deh kata dewi lestari.. hahahahha...

video klipnya nih..



read more...

Monday, December 15

Bush attacked in Iraq

keanehan terjadi ketika bush berkunjung ke iraq.. dia dilempar sepatu..
untung bukan bom yang dilempar.. kalo bom, bisa lebih gempar lagi nih dunia.. padahal lagi global crisis gini.. hehehe..
ini videonya..

gini ni ceritanya..
President George W. Bush ducked two shoes thrown at him by an unidentified man during a press conference in the Iraqi prime minister’s office. Bush wasn’t hit by the shoes, one of which sailed over his head. The president shrugged and said “I’m OK” after the incident in Baghdad today. “All I can report is it is a size 10,” Bush said. In Arab culture, throwing shoes is a grave show of disrespect. The man shouted an Arabic phrase, which an Iraqi present said translated as “this is a farewell kiss, dog.” After U.S. troops pulled down a statue of former dictator Saddam Hussein in 2003, Iraqi bystanders tossed shoes at it, according to news reports at the time. The man threw the shoes from about 25 feet away as Bush, with Prime Minister Nuri al-Maliki, made formal remarks before the signing of an Iraqi-U.S. security agreement. Bush arrived today in Baghdad on a surprise visit. The shoe-thrower, who was in a group of journalists, was wrestled to the ground and taken away. “It doesn’t bother me,” Bush told reporters. “So what if he threw a shoe at me.” The president said it showed free speech in a democracy. Ah, yes, free speech. Bush conveniently chose to ignore what happened right after the man threw the farewell-kiss shoes: he was “heard screaming in the hallway.” Of course, Bush conveniently choosing to ignore facts is pretty much what has defined his presidency.
In ABC News‘ version of events makes Bush’s free speech comment look even more foolish and dishonest: The man was grabbed and dragged out screaming. after order had been restored to the room, the man could still be heard screaming from another room. ABC News also reports: As security grabbed the man, White House press secretary Dana Perino got knocked beneath her eye by a microphone. Bush, as we all know, is on the frontlines of the war in Iraq every day. Sooner or later, someone in his entourage was bound to get injured in the line of duty.
read more...